Alih Fungsi Lahan di Kolaka Belum Mengkhawatirkan?

Alih Fungsi Lahan di Kolaka Belum Mengkhawatirkan?

Kolaka, KoP
Dinas Pertanian dan Holtikultura Kolaka menyatakan, bahwa alih fungsi lahan pertanian di wilayah kabupaten Kolaka hingga saat ini masih tetap terkendali. Berbeda dengan daerah lain, yang lahan produktifnya sudah disulap menjadi bangunan rumah mewah, perusahaan, pabrik, dan gedung perkantoran.

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Alva Talanipa mengatakan, salah satu faktor yang membuat alih fungsi lahan Kolaka masih tetap terkendali, adalah kurangnya pembangunan gedung, perusahaan, pabrik dan pemukiman. Berbeda dengan daerah lain yang melakukan pembangunan dengan sangat pesat. “Untungnya Kolaka belum termasuk dalam jajaran kota besar. Sehingga pembangunan tidak begitu pesat, yang bisa membuat lahan produktif dialihfungsikan,” katanya.

Menurutnya, alih fungsi lahan pertanian dapat dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan industri yang semakin banyak. Sehingga menyebabkan kebutuhan tempat tinggal seperti rumah dan pabrik juga meningkat. Biasanya, perkembangan permukiman itu akan tumbuh dengan cepat di wilayah perkotaan. Alih fungsi lahan pertanian disekitarnya pun tidak bisa dihindarkan lagi.

Alva menambahkan, dalam undang-undang sudah diatur mengenai perlindungan lahan pertanian. Seperti undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, serta didukung sejumlah Peraturan Pemerintah. Diantaranya PP nomor 12 tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, PP nomor 1 tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, PP nomor 25 tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, serta PP nomor 30 tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Semua peraturan perundangan tersebut sudah sangat memungkinkan agar semua pihak untuk berupaya melakukan pencegahan atau pengendalian. Serta perlindungan terhadap lahan-lahan pertanian pangan dari pembangunan kegiatan perekonomian serta sarana permukiman penduduk,” tambahnya. (k11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s