Ingkar Janji, Mobil PT. DJL Dibakar

Kolaka, KoP
Senin (15/4) lalu, sekitar pukul 13.00, masyarakat pemilik lahan Kelapa Sawit di kecamatan Polinggona membakar sebuah mobil pick up milik PT. Damai Jaya Lestari (DJL) di kompleks avdeling enam, desa Rahanggada kecamatan Polinggona.

Pembakaran itu merupakan buntut dari kekesalan warga terhadap PT. DJL, yang tak kunjung menepati janjinya, untuk mensejahterakan masyarakat pemilik lahan sawit yang dikelola perusahaan milik DL Sitorus tersebut. Padahal, Pemkab Kolaka juga sudah beberapa kali berencana melakukan mediasi antara masyarakat dan PT. DJL, dengan membentuk tim penyelesaian kasus kelapa sawit di kecamatan Tanggetada, Polinggona dan Watubangga. Namun sampai saat ini, tidak juga ada hasilnya.

LM Nuzul juru bicara forum pemilik lahan kelapa sawit mengatakan, pelaku pembakaran itu adalah masyarakat yang sudah muak dengan janji pihak PT. DJL kepada pemilik lahan kelapa sawit di kecamatan Tanggetada, Polinggona dan Watubangga. Ia juga sangat menyayangkan janji pemerintah Kolaka, yang kerap mengaku akan menyelesaikan permasalahan lahan sawit di area PT. DJL. “Saya hanya mewakili masyarakat pemilik lahan kelapa sawit, masyarakat yang melakukan pembakaran itu. Karena sudah sangat marah dengan janji pihak PT. DJL yang katanya mau mensejahterakan masyarakat tetapi ternyata hanya melakukan pembodohan kepada masyarakat,” katanya saat ditemui media ini.

Nuzul menuturkan, banyak masalah yang terjadi di lahan kelapa sawit. Terutama mengenai bagi hasil berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dibuat oleh PT DJL. MoU tersebut kata dia, dibuat secara sepihak dan tidak pernah diketahui oleh masyarakat pemilik perkebunan kelapa sawit. Dalam MoU itu, tertulis bahwa pihak DJL membagi hasil sebesar 60 persen untuk perusahaan, bersih tanpa potongan. Sedangkan 40 persen sisanya, untuk pemilik kebun dengan berbagai potongan. Mulai dari biaya operasional, pemupukan, pembuatan serifikat dan masih banyak lagi yang lainya. “Kami tidak pernah setuju dengan MoU yang dibuat oleh PT. DJL, dan minta untuk pembuatan ulang,” imbuhnya.

Nusu menmbahkan, pihak PT. DJL pada dasarnya telah membohongi pemerintah kabupten Kolaka. Pasalnya, DJL tidak pernah melaporkan hasil produksi perkebunan kelapa sawitnya, yang telah panen berkali-kali selama lebih dari lima tahun. Begitu pula kepada masyarakat yang menjadi mitra PT. DJL. Saat ini, dalam perhektarnya masyarakat hanya mendapatkan bagi hasil sebesar Rp170 ribu perbulan. Apalagi untuk hasil produksi, DJL tidak pernah transparan kepada masyarakat yang bermitra dengannya. “Kami tidak pernah tahu berapa sebenarnya hasil kelapa sawit persekali panen. Kami menginginkan pemerintah memperjuangkan hak masyarakat kecil. Sedangkan MoU itu, telah ditandatangani oleh beberapa masyarakat karena terpaksa, tidak ada pilihan lain. Masyarakat pikirkan makan, jadi menandatangani (MoU) hanya karena lapar dan mengisi perut saja. Sekarang pemilik lahan telah marah,” ungkapnya.

Kapolres Kolaka AKBP Hartoyo SIK melalui humasnya AKP Nazaruddin saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Bahwa telah terjadi aksi pembakaran mobil milik PT. DJL, di desa Rahanggada kecamatan Tangetada. Saat ini polisi telah memanggil sembilan orang warga yang diduga telah melakukan pembakaran mobil milik PT. DJL itu, untuk dimintai keterangan. Untuk penahanan terhadap sembilan orang tersebut, sampai saat ini belum bisa disimpulkan karena masih proses pemeriksaan. “Saat ini sembilan orang tersebut sudah berada di Polres Kolaka untuk dimintai keteranganya,” terang Nazaruddin. (k2/m3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s