Buta Baca Alquran, Ijazah Ditahan

Kolaka, KoP
Peringatan bagi siswa yang sebentar lagi akan mengikuti ujian kelulusan, bahwa jika tidak lulus sertifikasi baca tulis Alquran, maka ijazahnya akan ditahan. Hal itu sesuai Perda Kolaka yang dikuatkan dengan SK Bupati Kolaka nomor 420/217 tanggal 5 Februari 2004, tentang Pemberantasan Baca Tulis Alquran untuk semua jenjang pendidikan, mulai tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Tujuannya, selain sebagai syarat untuk memperoleh sertifikat kelulusan, baca tulis Alqur’an sangat penting dalam membangun keimanan umat Islam khususnya.

SDN 1 Lamokato, juga menerapkan hal ini. Kepala SDN 1 Lamokato H. Anharudin mengungkapkan, siswa yang tidak lulus dan belum memiliki setifikat baca tulis Alquran, akan ditunda pemberian ijazah sekolahnya. Hal ini karena merujuk pada program pemerintah dalam memberantas buta baca Alquran yang juga berlaku bagi siswa. “Walaupun tidak ada aturan (undang-undang) yang menguatkan ini, tapi siswa yang tidak lulus dalam baca Alquran dan belum memiliki sertifikat lulus, pemberian ijazahnya akan ditunda khususnya kelas enam. Sampai dia dinyatakan lulus dalam membaca Al Qur’an,” ungkapnya pada Kolaka Pos (16/4).

Hal senada juga disampaikan oleh ketua panitia Wisuda Khatam Al Qur’an Muh. Najib Saleh. Menurutnya, pemahaman terhadap Alquran sangat penting bagi anak. Karenanya, perlu dipertegas dalam pelaksanaannya. “Pemahaman terhadap Alquran ini sangat penting bagi semua orang. Hal ini dapat mencegah mereka untuk tidak terjerumus dalam lingkungan sosial yang menyesatkan dan ini perlu dipertegas. Bisa saja implementasinya berbentuk ijazah mereka ditunda, sebab dia belum tamat baca Alquran dan belum memiliki sertifikat lulus,” katanya.

Menurut Kabag Kesra Setkab Kolaka DR. H. Suherman Parab, pelaksanaan wisuda Khatam Alquran, tidak saja diterapkan pada seluruh jenjang pendidikan. Akan tetapi hal tersebut juga berlaku pada seluruh masyarakat termasuk pejabat pemerintahan. Ia juga mengatakan, bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan sangat perlu, terutama dalam membangun karakter bangsa.

“Program wajib baca tulis Alquran ini tidak hanya berlaku pada pada seluruh masyarakat, tapi termasuk pejabat pemerintah. Mereka yang tidak tau baca Alquran akan mengalami hambatan kenaikan pangkat dan tidak diterima dipemerintahan. Termasuk menjadi anggota dewan dan pemimpin daerah. Selain itu, bagi masyarakat umum jika mereka akan menikah dan ingin naik haji, ini juga akan berdampak pada mereka,” tandasnya. (K12/m3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s