Satpol PP Pengedar Upal Bebas?

Patut dicurigai. Masih ingat dengan pengedar uang palsu yang dibekuk polisi beberapa waktu lalu? Saat itu, polisi membekuk empat pelaku yakni Setiawan alias Ari, Mustakim alias Asa, Jaka dan Rahmat Buhari. Setiawan alias Ari, sehari-hari berprofesi sebagai anggota Satpol PP Kolaka.
Dalam perkembangan kasus itu, polisi akhirnya melengkapi berkas dan melimpahkan (P21) ke Pengadilan Negeri untuk disidangkan. Pelimpahan itu setelah polisi berhasil mengidentifikasi bahwa uang pecahan Rp 50 ribu yang diedarkan keempat tersangka merupakan uang palsu. Mereka disangkakan melanggar pasal 244 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Polisi mengamankan 120 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, sebuah printer merk HP, gunting yang digunakan untuk memotong secara manual uang palsu, 3 bungkus rokok dan 3 unit motor.
Kenapa harus dicurigai? sebabnya salah satu tersangkanya yakni Setiawan alias Ari, anggota Pol PP Kolaka, bebas. Informasi yang diperoleh Radar Kolaka, sejak dua bulan lalu, Ari sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Salah seorang staf di kantor Pemkab yang enggan membeberkan namanya menyebutkan bahwa Ari kembali mengenakan seragam Pol PP sejak Februari.
Staf yang mewanti-wanti agar namanya tidak disinggung ini mengatakan keistimewaan yang diperoleh Ari itu karena hubungan kekeluargaannya yang kental dengan Kasatpol PP Kolaka, Makmur. “Yang saya tahu, kalau anggota lain yang tidak masuk tiga hari saja, sudah ditahan gajinya. Ini orang sudah dipidana tapi tidak ada apa-apa,” katanya.
Bahkan ia membeberkan bahwa saat masih dipenjarapun, Ari diberikan SK perpanjangan kontrak di satuannya. Di Satpol PP Ari memang masih tercatat sebagai Pegawai Harian Tidak Tetap (PHTT). “Yang saya tahu, dia itu kemenakannya Kasatpol PP,” tandasnya.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Seksi Operasi dan Pengamanan Satpol PP Kolaka, Firdaus Jamaluddin ia tidak menampiknya. Ia membenarkan bahwa Setiawan alias Ari yang tersangkut kasus hukum peredaran uang palsu sudah kembali beraktivitas di kesatuan. Katanya Ari sudah masuk kerja sejak dua bulan lalu. “Dia sudah masuk kerja dua bulan lalu, saya tidak tahu sebabnya. Saya juga tidak tahu apakah dia sudah mengikuti proses hukum atau tidak. Kejadiannya saya tidak tau persis, kejadian ini mungkin sudah ditangani langsung oleh Kasat Satpol PP,” singkatnya.(ANTI/EKMAR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s