Perkosa Bocah, Hanya Dituntut 4 Tahun Penjara

Tuntuan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus pemerkosaan anak dibawah umur yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kolaka, melukai rasa keadilan keluarga korban. Keluarga korban perkosaan, sebut saja Mawar, gadis belia 16 tahun yang diperkosa setelah dianiaya oleh Adrianto, merasa tuntutan penjara empat tahun oleh JPU, Ilmiawan, SH, sangat ringan.
Padahal, sesuai Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 81 dan 82, mestinya pelaku yang bernama Adrianto dituntut dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara dan serendahnya 3 tahun. Atau denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta. Kakak ipar korban, Ibnu Hajar, akhir pekan lalu bercerita pada media ini mengenai keberatan keluarga korban. Katanya, JPU hanya menuntut pelaku 4 tahun penjara. “Mestinya pelaku itu dituntut dengan ancaman maksimal. Kalau seperti ini, berarti hanya selisih satu tahun dari ancaman hukuman minimal,” keluhnya.
Mawar, diperkosa oleh Adrianto beberapa bulan lalu tepatnya beberapa hari usai hari raya Idul Adha. Kasusnya bermula ketika Adrianto berkenalan dengan Bunga melalui handphone. Mereka berkomunikasi melalui handpone dan janjian untuk bertemu. Setelah bertemu, Adrianto mengajak Mawar ke Wisma Kolaka Indah di Jalan Usman Rencong. Di tempat itu, Anto melakukan penganiayaan dan memperkosa Mawar. Bahkan Adrianto berusaha membawa kabur Mawar.
Namun hal itu tidak terjadi. Kemudian oleh keluarga korban, Adrianto dilaporkan ke kepolisian. Dari hasil visum pihak rumah sakit kata Ibnu Hajar, terbukti bahwa Mawar di perkosa. Bahkan juga terdapat bekas penganiayaan di tubuh korban. Menurut pengakuan korban, sebelum diperkosa di salah satu penginapan di Kolaka, dia dianiaya terlebih dahulu sampai memar di wajah dan dicekik.
Namun, pada saat persidangan di PN Kolaka, hasil visum tindak kekerasan itu diabaikan. Akan tetapi, bagi keluarga korban hal itu persoalan lainnya lagi. Yang paling membuat mereka kecewa pada JPU adalah, pada saat sidang pembacaan tuntutan Selasa, 3 April lalu, pelaku yang merupakan warga Kecamatan Lambandia itu, hanya dituntut 4 tahun penjara. Belum lagi saksi-saksi yang dihadirkan hanya 4 orang. Tiga diantaranya, meringankan pelaku. Hanya satu saksi yang memberatkan. Ditambah lagi pembacaan tuntutan ditunda sampai lima kali. “Jelas ini menyakitkan perasaan pihak keluarga. Apalagi ini anak masih sekolah,” katanya.
Gadis berusia 16 tahun itu kini tidak lagi bersekolah. Dia sudah dipulangkan ke rumah orang tuanya di Kolaka Utara. Namun hari-hari Mawar dijalani dengan suram. Tidak lagi bergairah layaknya remaja pada umumnya. Bahkan kata Ibnu Hajar, kadang dia berbuat layaknya orang tidak waras sebab harga dirinya telah direnggut oleh Adrianto.
Kini, lelaki bejat itu akan dihukum di hotel prodeo. Namun berdasarkan tuntutan yang disampaikan JPU, dia hanya akan mendekam selama 4 tahun di penjara. Kalaupun hakim memutuskan lain, Ibnu Hajar memprediksikan paling lama 7,5 tahun. Itu berdasarkan pada pengalaman sidang lainnya yang mana biasanya dikabulkan tidak jauh dari tuntutan JPU.
Sesuai jadwal, Selasa (17/4) besok, sidang vonis terhadap pelaku akan dibacakan. Rencananya, pihak keluarga korban akan datang beramai-ramai ke persidangan meminta keadilan dari majelis hakim. “Saya curiga, ada permainan antara jaksa dengan pihak pelaku sehingga menuntutnya dengan hukuman ringan,” terang Ibnu Hajar.(GUGUS/EKMAR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s