Diduga Pelaku Menggunakan Pistol Rakitan

Pekerjaan Rumah polisi bertambah lagi. Korps bhayangkara itu berlomba dengan waktu untuk mengusut kasus perampokan di rumah Hj.Mariang yang mengakibatkan Muslimin tertembak pada bagian punggungnya. Dikhawatirkan, jika telat maka perampok yang berjumlah tiga orang itu akan melarikan diri.
Polisi sebenarnya sudah memiliki beberapa bukti yang bisa dijadikan patokan mengusut pelaku. Hanya sayang, meski melihat langsung tiga perampok itu, Hj.Mariang, suami dan anaknya tidak bisa mengenal mereka. “Pelakunya tidak dikenal, kemungkinan besar bukan orang setempat. Mungkin orang dari luar,” terang Kapolres Kolaka AKBP Rachmat Pamudji melalui Kasat Reskrim AKP Agung Basuki.
Namun hal itu harusnya tidak mengendurkan semangat polisi dalam mengungkap identitas pelaku. Sebab polisi masih bisa mengidentifikasi pelaku melalui sketsa wajah sesuai ingatan tiga korban. Di samping itu, Agung juga menyebutkan bahwa polisi sudah berhasil mengidentifikasi peluru dan memperkirakan senjata yang digunakan pelaku dalam aksinya.
Ia menyebut peluru yang digunakan pelaku merupakan jenis FN yang identik dengan pistol revolver. Jenis pelurunya tidak berulir. Karena itu kuat dugaan bahwa senjata itu bukan milik TNI atau polri. “Dari selongsong peluru yang didapatkan di TKP, jenis pelurunya FN . Kemungkinan pelaku menggunakan pistol rakitan, pelaku tersebut tidak menggunakan topeng tetapi korban tidak mengenal. Bukan pistol TNI ataupun Polisi,” katanya. “Proyektil dan selongsongnya akan dikirim ke Labfor Makassar untuk identifikasi,” imbuhnya.
Ia lalu menjelaskan bahwa selongsong peluru yang biasa digunakan polisi atau TNI di senjatanya panjang, sedangkan milik pelaku pendek. Dari ketarangan korban jgua diketahui bahwa jarak antara pelaku dan korban saat ditembak sekitar 20 meter. Hal itu semakin menguatkan dugaan polisi bahwa senjata yang digunakan merupakan pistol rakitan.
Sebabnya, jika menggunakan senjata TNI atau polisi dalam jarak tembak sedekat itu, maka dipasstikan peluru akan menembus tubuh Muslimin. Seperti disangkakan Kapolsek Wundulako AKP Nasaruddin, kemungkinan senjata rakitan yang digunakan tersangka, tidak terawat dengan baik sehingga pegasnya tidak bekerja maksimal saat menembak. “Kalau pakai senjata tentara atau polisi, pasti tertembus itu,” terangnya.(DADANG/EKMAR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s