Balon Dirut Perusda, Semuanya Tak Layak!

Setelah mengamati nama-nama bakal calon (Balon) direksi PD. Aneka Usaha (Perusda) Kolaka, anggota DPRD Kolaka menyangsikan para calon itu. Bahkan terancam dikembalikan ke panitia seleksi.
Dalam rapat paripurna pembentukan tim seleksi (Timsel) kemarin (13/4), para wakil rakyat Kolaka itu terlibat dialog alot. Diantaranya memperdebatkan adanya Perbup nomor 7, yang bertentangan dengan Perda nomor 10 tahun 2010 tentang Perusda. Namun mereka bersepakat untuk mengacu pada Perda dalam pelaksanaan pemilihan calon direksi nantinya.
Menariknya, setelah mencermati nama-nama calon Direksi, terutama calon Direktur Utama (Dirut) yang berjumlah 8 orang, minus H.T Jusrin dan Syarifuddin Lappase yang undur diri, anggota DPRD heran. Pasalnya, jika disesuaikan dengan ketentuan dalam Perda nomor 10, tidak ada satupun yang memenuhi persyaratan. “Kami heran kenapa panitia penjaringan meloloskan mereka,” komentar salah seorang anggota timsel, Syarifuddin.
Menurutnya, tidak satupun yang memenuhi kriteria. Kecuali satu orang yakni Hasbi Jalil. Namun itupun bermasalah juga. Kalau melihat track recordnya, ada satu poin dalam persyaratan di Perda, yang mengharuskan calon direksi manapun tidak pernah menjadi terdakwa. Sementara Hasbi Jalil pernah dipidanakan. “Makanya ini terancam kami kembalikan nama-nama calon ini,” ujar Syarifuddin lagi.
Begitu pula para politisi yang mencalonkan diri pada posisi direksi. Dalam berita acara, terdapat beberapa utusan partai yang ikut mendaftar yakni dari PPP, Hanura dan PKS. Menurut Syarifuddin, mestinya panitia penjaringan sudah mengantongi surat pengunduran diri dari Parpolnya. Bukan nanti pada saat terpilih baru meninggalkan partainya. “Seolah mereka menjadikan Perusda ini sebagi pilihan kedua. Tidak ada keseriusan untuk betul-betul mengurus perbaikan Perusda,” katanya lagi.
Karenanya, tipis harapan jika para calon dari politisi ini belum mengundurkan diri dari Parpolnya untuk menjadi direksi Perusda. DPRD menilai, panitia penjaringan tidak serius dalam menseleksi para calon direksi. Bahkan Syarifuddin menilai, Perbup nomor 7 tentang Perusda, dibuat sebagai akal-akalan saja untuk meloloskan para pensiunan. “Perbup ini dibuat untuk mengakomodir para pensiunan pejabat. Ini akal-akalan saja sebenarnya. Padahal kan dalam Perda sudah jelas. Kenapakah Perusda ini dijadikan buruan. Padahal dulunya tidak ada orang yang mau mengurusi Perusda ini,” ujar Syarifuddin. (Gugus Suryaman/RADAR KOLAKA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s